Berapa Lama ASI Bertahan di Suhu Ruangan Biasa? Yuk Ibu, Cari Tahu!

Berapa lama ASI bertahan di suhu ruangan biasa? Air Susu Ibu atau yang biasa kita kenal sebagai ASI merupakan sumber makanan dan gizi utama untuk bayi yang baru lahir. Hampir semua bayi berusia 2 tahun ke bawah belum bisa mengonsumsi makanan dengan tekstur yang padat, maka dari itu ASI adalah salah satu asupan nutrisi untuk mereka. Selain itu, yang menyebabkan bayi di bawah usia 2 tahun hanya mengonsumsi ASI adalah belum bertumbuhnya gigi yang mampu mengunyah makanan dan juga system pencernaan yang belum bertumbuh secara utuh.

Konsumsi ASI sendiri sangat disarankan untuk bayi hingga berusia 2 tahun. Akan tetapi, setelah menginjak 6 bulan, bayi sudah boleh diberi makanan pendamping ASI atau MPASI. Meski sudah bisa diberikan makanan pendamping ASI, sangat dianjurkan untuk bayi mengonsumsi ASI eksklusif karena seperti yang kita ketahui, ASI yang diproduksi secara alami oleh tubuh ibu memiliki nutrisi yang sangat baik untuk sang bayi. Mengapa begitu? Nah, Ibu, pada kesempatan kali ini, MediaIbu akan membahas manfaat ASI dan berapa lama ASI bertahan di suhu ruangan biasa? Yuk kita ikuti artikel berikut.

Manfaat ASI Untuk Bayi

Berapa Lama ASI Bertahan Lama di Suhu Ruangan - Bayi Minum Susu

Sebelum kita membahas berapa lama ASI bertahan di suhu ruangan biasa, yuk kita bahas manfaat ASI untuk bayi kita, Ibu. Berikut manfaat ASI.

1. Membentuk Antibodi Sang Bayi

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa ASI adalah salah satu nutrisi terpenting untuk bayi, terutama bayi usia di bawah 1 atau 2 tahun. Dengan demikian, bayi adalah nutrisi yang membentuk system kekebalan tubuh bayi, sehingga bayi bisa terhindar dari virus dan bakteri yang menyebabkan mereka terjangkit penyakit.

Selain itu, bayi yang mengonsumsi ASI akan lebih jarang terkena risiko penyakit seperti diare, sembelit, dan penyakit lainnya. Tak hanya itu saja, bayi yang diberikan ASI juga memiliki kecenderungan terhindar dari risiko terkena diabetes ketika mereka bertumbuh menjadi dewasa.

2. Mencerdaskan Bayi

Selain mampu membentuk antibody untuk Si Kecil, ASI juga mampu mencerdaskan mereka lho, Ibu. Mengapa bisa seperti itu? Para ahli menyatakan bahwa ASI memiliki kandungan asam lemak yang mampu meningkatkan kinerja otak bayi, sehingga kecerdasan si bayi menjadi meningkat.

3. Bermanfaat Untuk Pertumbuhan Tulang

Hal lain yang ada di dalam tubuh bayi yang mendapatkan manfaat ASI adalah tulang mereka. Tulang yang sehat akan membantu mereka melakukan aktivitas dengan baik ketika mereka bertumbuh. Maka dari itu, Ibu, ASI sangatlah penting untuk Si Kecil, agar nanti ia menjadi anak yang aktif dan sehat.

4. Mendapatkan Asupan Kolesterol

Yang kita ketahui, kolesterol adalah zat yang sangat dihindari oleh kita. Namun, justru sebaliknya untuk bayi. Kandungan kolesterol tinggi sangatlah penting untuk kebutuhan mereka, karena kandungan ini sangat menunjang tumbuh kembang mereka.

5. Menghindari Risiko Sindrom Kematian Mendadak atau SIDS

Risiko sindrom kematian mendadak atau sudden infant death syndrome (SIDS) biasanya terjadi bayi di usia 1 tahun. Sindrom ini terjadi di kala bayi sedang tidur. Nah, Bu, agar terhindar dari sindrom ini, memberikan air susu ibu sangatlah tepat.

6. Menjaga Berat Tubuh Bayi

Mengapa lebih disarankan bagi bayi untuk mengonsumsi ASI? Jawabannya adalah kandungan insulin di dalam ASI sangatlah rendah dibandingkan dengan susu formula. Insulin yang tinggi tentu akan meningkatkan kadar lemak dalam tubuh. Dengan demikian, alih-alih membuat bayi menjadi semakin gemuk, ASI justru membuat berat tubuh bayi menjadi seimbang.

Setelah mengetahui apa saja manfaat ASI, ada baiknya ibu mengetahui beberapa perkembangan jenis ASI sebelum mengetahui berapa lama ASI bertahan di suhu ruangan biasa, apa sajakah itu?

Jenis ASI yang Harus Ibu Ketahui

1. Kolostrum

Kolostrum merupakan ASI yang pertama keluar dari payudara ibu. ASI pada tahap ini memiliki warna putih gading atau agak kekuningan. Tekstur pada jenis ASI ini cenderung kental. Meski banyak yang menganggap ASI kolostrum ini kurang baik, sebenarnya, ASI ini memiliki kandungan gizi yang sangat penting.

Berdasarkan pernyataan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kolostrum umumnya diproduksi sekitar 1-5 hari pertama sejak kelahiran sang anak. Kandungan yang tergolong paling tinggi di dalam ASI kolostrum adalah protein. Selain protein, kandungan yang terdapat di dalam kolostrum adalah mineral, vitamin A, immunoglobulin, dan masih ada beberapa kandungan lain yang sangat bermanfaat untuk Si Kecil.

2. ASI Transisi

Selanjutnya, setelah kolostrum tidak diproduksi kembali, ASI yang diproduksi di dalam tubuh Ibu dinamakan ASI transisi. Kandungan laktosa pada jenis ASI ini seiring berjalannya waktu akan meningkat. Berbeda dengan ASI kolostrum, kandungan yang jumlahnya paling tinggi yang ada pada ASI transisi adalah lemak dan juga laktosa atau gula susu.

Bentuk atau tekstur pada ASI transisi ini juga cenderung lebih cair dibandingkan kolostrum. Selain itu, warnanya juga terlihat lebih putih.

3. ASI Matur

Sebagaimana namanya, ASI matur tau ASI matang adalah tahapan ASI akhir. ASI matur diproduksi setelah ASI transisi telah habis masa produksinya. Menurut American Pregnancy Association, kandungan yang ada pada ASI matur didominasi oleh air, namun sisanya adalah karbohidrat, protein, dan juga lemak.

Meski banyak kandungan airnya, bukan berarti ASI matur minim manfaat untuk Si Kecil. Justru, karena banyaknya kandungan air ini, ASI matur sangat membantu agar Si Kecil terhidrasi dengan baik.

Di samping itu, warna ASI matur ini umumnya berwarna putih, akan tetapi, makanan yang dikonsumsi Ibu akan memengaruhi warna ASI-nya sendiri. Terdapat dua jenis ASI matur yang termasuk ke kategori baik, di antaranya:

Foremilk: berwarna jernih dan sedikit kebiruan. ASI ini memiliki kandungan lemak yang cukup rendah.

Hindmilk: berbeda dengan jenis foremilk, hindmilk justru memiliki karakter cairan yang lebih kental. Warnanya yang agak kekuningan menandakan memiliki lemak yang tinggi.

Berapa Lama ASI Bertahan di Suhu Ruangan Biasa?

Ibu disarankan untuk sesering mungkin memberikan ASI pada Si Kecil. Namun, ada kalanya Ibu tidak bisa memberikan ASI, terlebih ketika berada di angkutan umum, meski beberapa angkutan umum memberikan fasilitas untuk menyusui. Maka dari itu, ibu bisa mengakalinya dengan menyimpan ASI di satu tempat.

Meski ASI bisa Ibu simpan, akan tetapi, Ibu harus meperhatikan beberapa hal penting karena ASI sendiri memiliki jangka waktu yang tidak begitu lama, terlebih di suhu ruangan. Menurut pernyataan dari The Academy of Breastfeeding Medicine Protocol Committee, air susu ibu yang di simpan ke dalam botol hanya bisa bertahan di suhu ruang sekitar 16-29 derajat Celsius hingga 3-4 jam.

Ibu juga bisa menyimpannya ke dalam freezer setelah memerah ASI. Namun, ASI hanya mampu bertahan selama kurang lebih 4 jam setelah dicairkan. Nah, sekarang Ibu sudah mengerti kan bagaimana menyimpan ASI. Karena apabila Ibu kurang cermat, ASI akan menjadi basi.

Related Posts

Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Recent Stories