Helicopter Parenting? Apa Itu? Bagaimana Dampaknya Bagi Anak?

Ada sebuah istilah di dunia parenting, yakni helicopter parenting, namun, apa istilah ini sebenarnya? Istilah ini lebih umum dikenal sebagai overprotective parenting atau secara definisi orang tua yang terlalu protektif kepada anaknya. Munculnya gaya pola asuh seperti ini tentu dikarenakan kekhawatiran orang tua akan dunia luar yang akan membahayakan sang anak. Ingin melindungi anak adalah hal yang wajar, karena orang tua yang sayang pada anaknya tentu ingin melindungi mereka.

Terlalu Mengontrol Anak Adalah Ciri Helikopter Parenting

Akan tetapi, terlalu melindungi sampai setiap aspek diawasi tentu tidak baik terhadap anak. Ada dampak yang akan dialami oleh sang anak apabila kita menerapkan gaya polah asuh seperti ini. Apa sajakah itu?

Dampak Helicopter Parenting

Terlalu Mengatur Anak Adalah Bentuk Dari Helikopter Parenting

1. Pada AnakAnak Cenderung Menjadi Penakut dan Menurunkan Kepercayaan Diri Anak

Dampak pertama yang bisa dialami anak apabila sebagai orang tua kita menerapkan gaya helicopter parenting adalah anak cenderung menjadi penakut dan kurang percaya diri. Dalam gaya pola asuh ini, orang tua cenderung sangat paranoid dan juga takut. Ketakutannya dimanifestasikan melalui pengawasan yang ketat akan segala tindakan anak.

Kontrol orang tua terhadap anak sangat tinggi dalam gaya parenting ini. Alhasil, ketakutan yang berlebihan yang dirasakan orang tua, ternyata menular pada anak, dan anak menjadi orang yang penakut dan memiliki kepercayaan diri yang rendah.

2. Anak Mudah Stres dan Memiliki Kecemasan Tinggi

Orang tua yang menerapkan gaya pola asuh seperti ini umumnya sangat cemas terhadap anaknya. Mereka menyiapkan segala hal dan fasilitas agar anaknya aman dan sesuai dengan apa yang mereka mau. Memang benar, Ibu, sebagai orang tua, tentu kita menginginkan yang terbaik untuk mereka. Akan tetapi, kita tumbuh di zaman yang berbeda dengan mereka. Anak yang diasuh dengan gaya pola asuh ini cenderung mudah stres dan memiliki kecemasan tinggi. Mereka cenderung takut melakukan kesalahan dan dihantui rasa bersalah apabila melakukan kesalahan kecil.

3. Akan Lebih Mudah Berbohong

Selain menjadi orang tua yang sangat paranoid dan juga cemas, orang tua yang menerapkan pola asuh helicopter parenting cenderung menginginkan 100% kontrol pada anaknya. Maka, mereka cenderung menjadi orang tua yang suka mengekang. Ruang gerak anak menjadi semakin sempit karena kekangan ini. Karena anak menginginkan kebebasan, mereka akan melakukan segala cara untuk mendapatkan kebebasan tersebut dan berbohong adalah cara mereka untuk mendapatkan itu.

4. Anak Menjadi Tidak Mandiri dan Tidak Bisa Mencari Solusi Atas Permasalahannya Sendiri

Penerapan gaya parenting seperti ini juga membuat orang tua cenderung banyak ikut campur dalam permasalahan sang anak. Mereka takut anak tidak akan bisa menyelesaikan atau mencari solusi sendiri. Dengan demikian, ketika orang tua terlalu ikut camput, sang anak tumbuh menjadi anak yang tidak mandiri.

Dari penjelasan di atas, tentu kita tidak mau anak kita menjadi anak yang tidak mandiri dan tidak bisa menyelesaikan segala halnya sendiri. Maka dari itu, Ibu, kita sebaik mungkin menghindari gaya parenting seperti ini. Nah, ada beberapa cara agar kita terhindar dari sifat protektif yang berlebihan pada anak.

Bagaimana Menghindari Pola Asuh Helicopter Parenting?

Berdasarkan Direktorat PAUD, ada beberapa point yang bisa Ibu ikuti untuk menghindari gaya pola asih helicopter parenting. Di antaranya:

Apabila Anak Mengalami Kesulitan Bantu Secukupnya

Hal yang pertama agar Ibu terhindar dari gaya parenting seperti ini adalah bantu anak secukupnya apabila mereka mendapatkan masalah. Biarkanlah mereka mencari solusi mereka sendiri. Karena dengan mencari solusi sendiri, anak akan terlatih menjadi pribadi yang mandiri. Kurangi kontrol yang berlebihan dengan cara membantu mereka secukupnya.

Kontrol Rasa Khawatir Kita

Alih-alih mengontrol hal yang diluar diri kita, sebaiknya kita mengontrol hal-hal yang justru ada di dalam diri kita termasuk kecemasan kita. Cemas atau khawatir sangatlah wajar, apalagi orang tua yang memiliki anak kecil. Namun, kecemasan kita yang terlalu berlebihan sehingga kita mempersempit ruang anak untuk bergerak, justru tidak baik bagi pertumbuhan mereka.

Biarkan Anak Memutuskan Apa yang Dia Pilih

Setiap orang tua menginginkan anak mereka menjadi mandiri dan berani. Agar anak menjadi pribadi yang mandiri, tentu kita harus membantu mereka meningkatkan kemampuan intelektualitas dan juga emosional mereka melalui mengerahkan tanggung jawab pada mereka.

Berikan Arahan Bukan Mengontrolnya

Untuk menghindari gaya parenting seperti ini, alih-alih mengontrol mereka, Ibu sebaiknya memberikan arahan. Beri tahu apa yang salah apa yang benar dan tunjukkan apa konsekuensinya apabila mereka melakukan hal-hal yang secara moral tidak berterima.

Related Posts

Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Recent Stories