Aman! 9 Tips Memancing Kontraksi agar Cepat Melahirkan bagi Ibu

Salah satu hal terbesar yang ibu hamil tunggu saat pengunjung kehamilan adalah munculnya kontraksi sebagai tanda persalinan sudah dekat. Meskipun sudah ada hari perkiraan lahir (HPL) waktu kapan ibu hamil melahirkan tidak dapat ibu prediksi secara pasti. Sehingga, sangat membutuhkan cara memancing kontraksi agar cepat melahirkan.

Apalagi banyak ibu khawatir jika tidak kunjung mengalami kontraksi. Padahal sudah menantikan calon anak. Yuk, ketahui lebih lanjut mengenai hamil 40 minggu agar cepat melahirkan. Ada juga doa agar cepat melahirkan yang aman bagi ibu.

Apa itu Kontraksi Kehamilan?

Mungkin banyak ibu hamil yang bertanya-tanya saat kontraksi apakah janin bergerak? Atau ibu hamil masih banyak yang bingung mengenai apa itu kontraksi kehamilan. Ternyata ada beragam tanda-tanda melahirkan yang muncul sebelum persalinan, baik itu dengan melahirkan normal atau operasi caesar.

Selain air ketuban pecah dan terjadi pembukaan lahiran, ada juga kontraksi melahirkan asli yang menjadi ciri-ciri kontraksi asli dan pembukaan pada proses persalinan yang akan segera dimulai. Namun, ibu harus mengetahui dengan benar mengenai kontraksi hamil muda atau tua sekalipun. Sebab sering terjadinya tertukar dengan kontraksi palsu (Braxton Hicks) yang kerap sulit ibu bedakan dengan kontraksi melahirkan asli.

Baca juga: 15 Tanda-Tanda Hamil yang Perlu Diketahui Pasangan Baru

Ciri-ciri Kontraksi Kehamilan Ibu Hamil

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa ibu hamil harus bisa membedakan kontraksi hamil yang asli maupun yang bukan. Berikut ciri-ciri kontraksi kehamilan pada ibu hamil.

Ciri-ciri Kontraksi Palsu

Berikut ciri-ciri kontraksi palsu yang perlu ibu hamil ketahui, yaitu:

  • Intensitas tidak beraturan, tidak bisa ibu prediksi, dan sangat jarang terjadi.
  • Kontraksi membuat ibu tidak nyaman dalam melakukan aktivitas.
  • Kontraksi palsu tidak menyakitkan.
  • Perut terasa kram dan mengencang ketika disentuh.
  • Rasa sakit kontraksi dapat berkurang, hilang sama sekali atau datang dan pergi.
  • Kontraksi mungkin hilang saat ibu berpindah posisi.
  • Terjadi dalam waktu singkat dan dapat terasa setiap jam.
  • Sering muncul di waktu sore dan malam hari.

Ciri-ciri Kontraksi Asli

Berikut ciri-ciri kontraksi asli yang perlu ibu hamil ketahu, yaitu:

  • Ibu merasakan nyeri di perut bagian bawah dan mengalami mual atau diare.
  • Terdapat flek atau darah.
  • Kontraksi asli terjadi secara teratur, bisa ibu prediksi, dan intensitas makin cepat mendekati persalinan.
  • Keluarnya cairan di vagina atau perasaan seperti ‘ngompol’.
  • Kontraksi terjadi secara simetris di kedua sisi perut, mulai dari bagian atas dekat saluran telur, hingga ke seluruh rahim.
  • Nyeri tidak akan hilang atau berkurang dengan istirahat atau berganti posisi.
  • Durasi kontraksi asli berlangsung hanya sebentar, lalu bertambah lama, kuat, dan semakin sakit.

Jenis Kontraksi yang Terjadi

Saat ibu hamil tentu akan sering mengalami yang namanya kontraksi. Namun, terdapat beberapa jenis kontraksi. Ibu hamil perlu mengenali perbedaan beberapa jenis kontraksi. Berikut jenis kontraksi yang terjadi oleh ibu hamil.

Kontraksi Palsu atau Kontraksi Braxton-Hicks

Ibu yang masuk ke usia kehamilan 4 bulan akan merasakan otot rahim berkontraksi secara tidak teratur. Tetapi, kontraksi palsu atau kontraksi Braxton-Hick sebenarnya belum terjadinya persalinan. Kontraksi ini cenderung dapat mereda jika ibu hamil mengubah posisi tubuh, misalnya dari berbaring lalu berdiri dan berjalan sejenak.

Faktaya, kontraksi yang disebut Braxton-Hicks bisa terlihat dengan gejala perut terasa kencang, namun tidak nyeri. Kontraksi terpusat pada bagian perut, dan mulai terasa jika ibu hamil kelelahan atau kurang minum.

Umumnya kontraksi palsu tidak akan bertambah kuat dan tidak menyebabkan perubahan atau pembukaan pada leher rahim. Tetapi, ibu tidak perlu sesegera mungkin untuk memeriksakan diri jika kontraksi disertai dengan pendarahan atau kontraksi yang akan semakin kuat ibu rasakan.

Kontraksi Dini

Kontraksi palsu atau kontraksi Braxton-Hicks dan kontraksi dini jelas berbeda. Hal tersebut tidak dapat reda hanya dengan istirahat saja. Jika ibu hamil merasakan kontraksi teratur sebelum kehamilan 37 minggu. Biasanya kontraksi ini memiliki pola tertentu, misalnya setiap 10 menit hingga satu jam.

Selain perut yang terasa kencang, biasanya kontraksi dini memiliki beberapa gejala lainnya, yaitu:

  • Sakit punggung.
  • Kram perut.
  • Terasa tekanan pada perut, panggul, dan kemaluan.
  • Konstipasi.
  • Sering buang angin.

Menariknya ada anggapan bahwa kontraksi di awal kehamilan merupakan bentuk adaptasi tubuh dengan peregangan ligamen di sekitar rahim. Namun perlu mengingat bahwa kontraksi jenis ini berisiko menyebabkan persalinan prematur. Sehingga, ada baiknya ibu hamil memeriksakan kandungan ke dokter jika mengalaminya, terutama jika disertai dengan pendarahan atau air ketuban merembes.

Kontraksi Jelang Persalinan

Kontraksi asli yang menjadi tanda persalinan sudah dekat biasanya terasa semakin lama semakin kuat. Ini menjadi pertanda bahwa serviks semakin terbuka 4-10 cm sebagai jalan lahir bayi. Ciri-ciri kontraksi jelang persalinan, yaitu:

  • Terasa nyeri pada bagian perut bawah yang terasa semakin kuat. Kadang mirip seperti kram menstruasi.
  • Kontraksi dapat terasa di sekujur tubuh, mulai dari punggung, dan perut kemudian menjalar ke paha dan kaki.
  • Dapat terasa selama 45 detik hingga 1 menit, dengan jeda 3-5 menit.
  • Saat serviks melebar hingga 7-10 cm, maka intensitas kontraksi menjadi 1-1,5 menit, dengan jeda setengah hingga 2 menit.
  • Keluarnya lendir bercampur darah atau berwarna merah muda.

Jika ibu hamil mengalami kontraksi menjelang persalinan, mungkin akan merasakan gejala lain, mulai dari ketuban pecah, mual, dan pusing. Sehingga, sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan memancing kontraksi agar cepat melahirkan. Terlebih pasca melahirkan ibu juga harus mengonsumsi buah-buahan untuk membantu menyembuhkan melahirkan baik caesar maupun normal. 

Baca juga: Program Hamil Kembar, 7 Cara Wujudkan agar Anak Kembar

9 Cara Mempercepat Kontraksi agar Cepat Melahirkan

Umumnya kurang lebih sembilan bulan mengandung, ibu telah banyak mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan buah hati ke dunia. Biasanya, proses persalinan akan terjadi pada umur 37-42 minggu kehamilan. Terkadang proses kelahiran tidak sesuai hari perkiraan lahir (HPL). Ada banyak alasan yang bisa menjelaskan kondisi tersebut.

Oleh karena itu, ibu harus mengetahui tips agar cepat kontraksi asli dan gerakan agar cepat kontraksi. Berikut cara mempercepat kontraksi agar melahirkan.

Berjalan-jalan

Mendekati HPL, ibu bisa berjalan-jalan santai untuk membantu bayi masuk ke dalam jalan lahir. Hal tersebut dapat membantu si Kecil untuk lahir ke dunia. Sembari berjalan, ibu juga bisa melakukan beberapa goyangan-goyangan ringan untuk mengurangi rasa sakit.

Merangsang Payudara

Melepaskan hormon oksitosin dalam aliran darah bisa memicu kontraksi dan mempercepat persalinan. Ibu dapat memijat puting menggunakan jari atau menggunakan pompa payudara. Selain itu, bisa dengan mandi air hangat dengan air yang jatuh bergerak ke bawah puting dapat merangsang payudara. Bila perlu, minta bantuan suami untuk mempercepat rangsangan payudara.

Mandi Air Hangat

Ibu dapat duduk atau berdiri di bawah shower hangat bisa membuat tubuh merasakan relaksasi. Hal tersebut bisa meredakan ketegangan selama dilatasi dan kontraksi. Agar lebih rileks, ibu dapat mendengarkan musik yang menenangkan dan mengatur pernapasan.

Akupuntur

Melalui tekanan pada titik tertentu dapat menjadi salah satu cara mempercepat kontraksi dan persalinan. Ibu bisa meminta bantuan seseorang untuk melakukan teknik ini. Sebaiknya ibu minta bantuan pada ahli akupuntur.

Berhubungan Seks

Jika ibu telah melewati HPL dan ketuban belum pecah, ibu dapat melakukan hubungan seksual dengan suami. Beberapa ahli sangat merekomendasikan hal tersebut karena cairan mani mengandung hormon relaxin yang melembutkan serviks dan meregangkan dasar panggul untuk memulai persalinan.

Orgasme saat melakukan hubungan seksual juga melepaskan hormon oksitosin yang bisa merangsang kontraksi.

Minum Teh Daun Raspberry

Menggunakan metode tradisional untuk merangsang kontraksi dapat dengan cara meminum teh daun raspberry. Sebuah penelitian menemukan bahwa cara ini bisa membantu memperpendek tahap kedua persalinan.

Menghirup Aromaterapi

Ibu bisa menghirup aromaterapi dari minyak atsiri, seperti lavender, kemenyan, chamomile Romawi, dan mandarin akan membantu ibu tetap tenang dan rileks. Jenis wangi tersebut dapat mengurangi rasa sakit, kecemasan, mual, dan juga mempercepat kontraksi.

Squat

Melakukan gerakan squat dapat mempercepat kontraksi. Alasannya, karena gerakan squat bisa membuka panggul, sehingga memungkinkan bayi untuk menekan dan mendorong pelebaran serviks. Ibu dapat jongkok lalu berdiri dalam posisi tegak dengan punggung lurus secara perlahan. Ibu harus memastikan untuk melakukan hal tersebut dengan bantuan orang lain untuk menghindari hal yang tidak ingin terjadi.

Latihan dengan Bola Kelahiran

Mempercepat kontraksi asli dapat dengan melatih dengan latihan bola kelahiran. Ibu bisa duduk di atas bola atau berguling ke sana kemari sambil duduk di atasnya. Hal tersebut dapat membantu ibu untuk merilekskan pinggul ke otot punggung bawah. Tetap pastikan ada seseorang yang menahan bola selama berolahraga.

Related Posts

Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Recent Stories