Obat Diare untuk Ibu Hamil? Jangan Sembarangan Pilih!

Secara umum diare termasuk gangguan pencernaan yang cukup sering ibu hamil alami. Selama kehamilan diare akan sembuh dengan sendirinya. Namun, agar cepat sembuh, tidak sedikit ibu hamil yang memilih mengonsumsi obat diare untuk ibu hamil. Supaya lebih aman, yuk, cari tahu mengenai diare saat hamil trimester 1 di sini! 

Diare pada Ibu Hamil

Diare pada ibu hamil merupakan kondisi seseorang mengalami perubahan kepadatan tinja yang menjadi encer atau mencret dan BAB hingga lebih dari 3 kali dalam sehari. Rasa diare atau mencret saat hamil trimester 3 atau mencret saat hamil trimester 2 bisa terjadi. Artinya, keluhan tersebut sangat wajar pada usia kehamilan kapan pun.

Lebih lanjut, diare dengan gejala ringan biasanya bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari tanpa perlu mengonsumsi beberapa hari. Namun, terkadang bisa menyebabkan ibu hamil cepat merasa lelah, sakit kepala, sakit perut, atau demam.

Sebaliknya, diare dengan gejala yang parah dan berkepanjangan saat hamil dapat menyebabkan ibu hamil kehilangan banyak cairan tubuh atau dehidrasi. Kondisi ini dapat berbahaya dan menyebabkan meningkatkan risiko untuk mengalami keguguran atau melahirkan secara prematur.

Baca juga: 7 Makanan Sehat dengan Asam Folat untuk Ibu Hamil dan Manfaatnya 

Penyebab Diare pada Ibu Hamil

Saat hamil tentu ada beberapa hal yang bisa menyebabkan sakit perut hingga diare. Alangkah baiknya jika Ibu hamil mengetahui penyebab diare agar terhindar dari rasa sakit tersebut. Berikut penyebab diare pada ibu hamil.

Perubahan Hormon

Mengalami hormon yang berubah-ubah tentu memicu Ibu hamil mengalami diare. Alasannya, karena perubahan hormon menyebabkan kerja sistem pencernaan Ibu hamil menjadi jauh lebih cepat dari biasanya. sehingga, Ibu hamil jauh lebih rentan mengalami diare.

Perubahan Pola Makan

Jika ingin mendapatkan kebutuhan gizi yang cukup, tentu tidak sedikit ibu hamil mengubah pola makannya, seperti mengonsumsi buah yang bagus untuk ibu hamil. Namun, perubahan tersebut tidak serta merta membuat efek yang baik juga. Perubahan pola makan secara mendadak dapat menyebabkan diare pada Ibu hamil. Belum lagi jika Ibu hamil mengonsumsi vitamin prenatal juga bisa menimbulkan efek samping diare.

Perubahan Sensitivitas Saluran Cerna

Selama hamil seluruh tubuh Ibu hamil akan jauh lebih peka dan sensitif. Begitu juga dengan saluran pencernaan. Perubahan sensitivitas saluran cerna terhadap makanan juga dapat menyebabkan diare pada ibu hamil. 

Selain itu, penyebab yang berkaitan dengan saluran pencernaan bisa terjadi, seperti keracunan makanan, infeksi, dan penyakit tertentu mulai dari iritasi usus, penyakit celiac, dan radang usus.

Pilihan Obat Diare yang Aman untuk Ibu Hamil

Sebelumnya sudah bisa terlihat bahwa diare pada Ibu hamil bisa disebabkan oleh banyak hal. Gejala diare akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, akan menjadi perhatian lebih jika Ibu hamil mengalami diare yang berkepanjangan hingga membuat lemas dan dehidrasi. Sehingga, Ibu hamil membutuhkan obat yang bisa mengatasi diare tersebut. Berikut pilihan obat diare yang aman untuk ibu hamil.

Loperamide

Obat yang dapat memperlambat gerakan usus agar menghasilkan feses dalam bentuk yang lebih padat saat diare adalah Loperamide. Sehingga, obat ini dapat menjadi cara untuk mengatasi diare atau mencret pada ibu hamil.  Namun, loperamide juga dapat menyebabkan efek samping berupa sakit perut, mulut kering, sulit konsentrasi, mengantuk, pusing, sembelit, hingga mual dan muntah. 

Oleh karena itu, jika Ibu hamil ingin mengonsumsi loperamide butuh konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Tujuannya untuk mengetahui dosis loperamid untuk ibu hamil yang tepat.

Kaopectate

Selain loperamide ada obat lain yang dapat bantu atasi diare bagi Ibu hamil. Kaopectate yang merupakan gabungan dari kaolin dan pektin. Kaolin merupakan sejenis mineral alami, sedangkan pektin adalah jenis sumber serat yang larut air. Kaopectate telah BPOM RI berikan izin untuk beredar dan dijual bebas di pasaran. Obat ini hanya Ibu hamil gunakan apabila mengalami diare yang parah.

Oralit

Elektrolit dan mineral seperti natrium klorida, kalium klorida, glukosa anhidrat, natrium bikarbonat, dan trisodium citrate dihydrate adalah kandungan yang terdapat pada oralit. Kombinasi dari mineral tersebut berfungsi untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi akibat cairan tubuh yang hilang saat diare. Setelah minum oralit efeknya akan terasa sekitar 8-12 jam berikutnya. Oleh karena itu, oralit jauh lebih baik mengatasi diare dibandingkan air mineral saja.

Antibiotik

Minum antibiotik juga dapat membantu meredakan diare pada Ibu hamil. Apalagi jika diare yang Ibu alami lebih dari tiga hari kemungkinan besar diare tersebut terjadi karena adanya infeksi bakteri atau parasit. Biasanya dokter akan meresepkan antibiotik sebagai obat diare untuk ibu hamil.

Baca juga: Ampuh! 7 Obat Sakit Kepala untuk Ibu Menyusui yang Bantu Obati

Atasi Diare pada Ibu Hamil dengan Cara Alami

Faktanya, diare dapat sembuh dengan sendiri, lho. Dokter hanya akan menyarankan beberapa hal sebelum meresepkan obat kepada Ibu hamil. Sehingga, obat diare untuk Ibu hamil secara alami bisa ditemukan dengan mudah. Berikut cara alami untuk mengatasi diare pada Ibu hamil.

Minum Air yang Cukup

Selama diare tubuh akan terus menerus buang air, sehingga menyebabkan tubuh kekurangan banyak cairan. Oleh karena itu, mengonsumsi cairan seperti air mineral, cairan elektrolit, kuah sup hangat, atau jus buah bisa menjadi obat diare alami untuk Ibu hamil. Cara ini dapat membantu mengisi ulang kadar cairan elektrolit yang hilang dalam tubuh.

Mengonsumsi Suplemen atau Makanan Probiotik

Jenis bakteri yang baik tubuh sehingga berfungsi membantu membunuh bakteri jahat penyebab diare yang berkembang di saluran pencernaan lewat mengonsumsi suplemen atau makanan probiotik. Manfaat yang bisa diperoleh dari probiotik adalah mengembalikan keseimbangan kadar bakteri baik yang hidup alami di dalam perut.

Oleh sebab itu, Ibu hamil dapat menjadikan makanan probiotik sebagai obat alami dan menjadi cara mengatasi diare pada Ibu hamil.

Hindari Makanan Mentah atau Kurang Matang

Mengonsumsi makanan mentah atau kurang matang memang sangat nikmat untuk sebagian orang. Namun hal tersebut dapat memicu diare datang pada Ibu hamil. Apalagi Ibu hamil sangat sensitif terhadap makanan tertentu sehingga menyebabkan diare. Sebaiknya hindari jenis makanan kurang matang atau mentah yang bisa menjadi salah satu obat ampuh untuk diare atau mencret yang Ibu hamil alami.

Selalu Cuci Tangan

Mencuci sebelum makan sangat penting untuk Ibu hamil lakukan. Tidak hanya saat kondisi normal saja, Ibu hamil harus lebih banyak melakukan cuci tangan sebelum makan. Sebaiknya juga Ibu hamil selalu cuci tangan setelah memegang benda tertentu agar terhindar dari bakteri yang mengumpul di tangan.

Related Posts

Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Recent Stories