Pola Asuh Strict Parents? Jangan Seperti Ini, Moms!

Mengasuh anak memang membutuhkan tenaga dan pikiran. Sehingga, orang tua perlu memiliki ekstra kesabaran dalam mengasuh anak. Namun, banyak orang tua yang menginginkan anaknya berperilaku baik dengan cara yang kurang tepat. Salah satunya adalah pola asuh strict parents.

Mereka menganggap bahwasanya hal tersebut merupakan prinsip pola asuh orang tua yang cerdas. Tetapi, hal tersebut malah kebalikannya dan dapat berdampak buruk bagi anak. Nah, kira-kira apa itu strict parents dan bagaimana dampak strict parents pada remaja nanti? Yuk, scroll lebih lanjut di artikel ini!

Baca juga: Kenali Yuk Apa Itu Toxic Parenting dan Tanda-Tandanya!

Apa itu Strict Parents?

Naluri alami orang tua yang memiliki sikap keras dalam mengasuh anak memang dapat berdampak baik. Namun, jika tidak tepat dilakukan dan berlebihan, anak akan dapat mengalami beberapa hal buruk akibat perilaku tersebut. Sehingga, mereka bisa dikatakan sebagai anak strict parents.

Namun, sebenarnya apa itu strict parents? Berdasarkan definisi dari sisi psikologi, strict parents adalah pola asuh orang tua yang memberikan standar tinggi dan suka menuntut anak secara sempurna. Orang tua yang melakukan pola asuh ini sangat bersifat otoriter atau otoritatif terhadap anak.

Bersikap dengan memberikan standar tinggi pada anak sekaligus memberikan dukungan dengan kasih sayang tentunya juga bersifat otoritatif. Pola asuh ini memang masih dapat membuat anak menjadi pribadi yang lebih baik.

Sayangnya, strict parents tidak bersifat otoritatif, melainkan otoriter. Perilaku strict parents yang otoriter ditandai dengan beberapa hal, yaitu:

  • Bersikap dingin kepada anak.
  • Tidak responsif.
  • Tidak suportif kepada anak. 
  • Membuat peraturan sangat ketat dan sewenang-wenang.
  • Tidak memberikan ruang opini kepada anak.

Singkatnya, pola asuh strict parents adalah menerapkan pola asuh yang ketat kepada anak. Sehingga, sangat penting bagi orang tua untuk memahami apa itu parenting yang baik bagi anak.

Ciri-ciri Orang Tua Strict Parents

Strict parents biasanya memfokuskan anak agar patuh terhadap orang tua. Mereka menganggap dapat mengendalikan dan mengajarkan anak dengan baik. Lalu, bagaimana mengetahui ciri-ciri strict parents? Berikut ciri-ciri dan contoh strict parents!

Tidak Responsif, tapi Banyak Menuntut

Menerapkan pola asuh tentu memiliki banyak peraturan yang berdampak pada hampir setiap aspek dalam kehidupan anak. Bahkan orang tua memiliki banyak peraturan yang tidak tertulis dan harus dipatuhi oleh anak. Mereka menganggap anak sudah tahu peraturan tersebut tanpa perlu diberi tahu lagi.

Kerap Memberikan Hukuman & Ancaman

Orang tua yang memiliki pola asuh strict parents akan bersikap otoriter tidak ragu-ragu memberikan hukuman fisik kepada anak. Perilaku tersebut seperti, memukul, menendang, atau menampar anak. Mereka akan memberikan hukuman kepada anak ketika tidak mematuhi peraturan yang mereka buat.

Tidak Percaya kepada Anak

Memberikan rasa percaya kepada anak tentu penting dalam membuat keputusannya sendiri. Orang tua yang memiliki pola asuh strict parents tidak memberikan kebebasan pada anak untuk membuktikan bahwa dirinya bisa menentukan keputusannya sendiri.

Tidak Memberikan Waktu untuk Anak

Memberikan waktu kepada anak dalam rangka kasih sayang sangat penting untuk dilakukan. Orang tua yang memiliki pola asuh strict parent tidak akan banyak meluangkan waktu untuk anak mereka. Mereka kerap memberikan anak perintah yang sulit, tetapi tidak mau meluangkan waktu untuk membantunya.

Baca juga: 9 Kebiasaan Baik yang Perlu Diajarkan Pada Anak Sejak Dini

Penyebab Orang Tua menjadi Strict Parents

Orang tua yang memilih menerapkan pola asuh strict parents menganggap dapat melatih anak mereka agar terhindar dari mereka yang akan menjadi anak manja. Namun, mereka salah dalam menerapkan pola asuh tersebut. Tapi, ada kalanya mereka berbuat tersebut memiliki pola asuh strict parents. Berikut penyebab orang tua menjadi strict parents.

Pengalaman yang Sama

Ada pepatah yang mengatakan memiliki pengalaman yang sama akan terulang kembali di masa depan. Jika orang tua menerapkan pola asuh strict parents secara tidak langsung juga mengajarkan mereka kelak akan menjadi orang tua yang sama seperti itu. Hal tersebut seperti studi yang telah dilakukan Child Maltreatment di tahun 2012. 

Memiliki Kepribadian yang Kurang Menyenangkan

Setiap orang memiliki kepribadian masing-masing, mulai dari kepribadian ramah dan menyenangkan hingga kepribadian yang kurang menyenangkan. Namun, berbeda dengan orang yang memiliki kepribadian kurang menyenangkan akan cenderung kurang berempati dan lebih sering berpikir negatif. Sehingga besar kemungkinan akan mudah menjadi orang tua dengan pola asuh strict parents.

Tingkat Neurotisme yang Tinggi

Jurnal strict parents yang dilakukan oleh Iranian Journal of Psychiatry menunjukkan strict parents cenderung memiliki tingkat neurotisme yang lebih tinggi. Padahal, neurotisme merupakan dimensi kepribadian yang menyangkut kestabilan emosi yang ditandai dengan, kecemasan, keraguan, hingga depresi.

Dampak Buruk Strict Parents bagi Anak

Pola asuh strict parents sebaiknya dihindari jika sudah mengarh ke otoriter. Alasannya, karena anak yang dididik oleh orang tua seperti ini akan berdampak buruk kepada anak. Berikut dampak buruk strict parent bagi anak.

Depresi

Studi yang dirilis dalam The Journal of Psychology menunjukkan anak-anak yang dididik dengan pola strict parents cenderung tidak bahagia. Mereka mudah sekali merasa khawatir dan cemas.

Menjadi Pembohong

Mendisiplinkan anak tidak harus selalu menggunakan kekerasan, pengekangan, dan tanpa kasih sayang. Sehingga, dapat memunculkan rasa takut kepada anak dan dapat membuatnya mudah untuk berbohong.

Menjadi Tukang Bully

Menggunakan kekerasan dapat mengundang sifat bully atau perundungan bagi anak. Mereka akan belajar jika menggunakan kekerasan dapat menyelesaikan masalah dan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Apalagi hal tersebut telah dimuat dalam America Psychological Association yang dapat membuat anak menjadi tukang bully.

Tidak Bisa Mengatur Diri Sendiri

Anak yang dibesarkan dengan strict parents cenderung banyak bertingkah. Mereka sulit mengatur perilakunya sendiri dan tidak memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah dengan efektif. Apalagi mereka sudah terbiasa sering diatur orang tuanya dan mengikuti apa yang mereka katakan.

Motivasinya Rendah

Anak yang mengalami pola asuh strict parents kerap mendapatkan tuntutan dari orang tuanya. Orang tua mereka akan mengontrol kegiatan anaknya mulai dari, ekstrakurikuler, jadwal kelas, dan acara sosial yang harus diikuti anaknya.

Tips Atasi Orang Tua dengan Pola Asuh Strict Parents

Orang tua yang menerapkan pola asuh seperti ini menganggap memiliki dampak positif strict parents. Namun, hal tersebut tidaklah benar untuk dilakukan. Nah, agar terhindar dari pola asuh strict parents terdapat beberapa tips cara menghadapi strict parents.

Persiapkan Diri

Mempersiapkan diri untuk menghadapi orang tua strict parents juga tidak bisa dianggap sepele. Apalagi bayangan ketakutan akan menghantui anak. Namun tahap ini sangat penting untuk menyiapkan diri dalam langkah-langkah selanjutnya.

Jangan Berdebat

Saat hal yang ingin dilakukan tidak disetujui orang tua, hingga perdebatan dan memusatkan pembicaraan yang mengarahkan kepada pertanyaan. Lebih baik menanyakan alasan penolakan yang diberikan orang tua. Jika tidak masuk akan, berikan pandangan baru tanpa menyinggung perasaan orang tua.

Menjadi Lebih Terbuka

Menjadi terbuka dengan menceritakan hal yang telah terjadi sehari-hari sehingga membuat orang tua percaya dengan hal yang anak lakukan. Ceritakan secara mendetail kepada orang tua.

Jangan Berbohong

Berbohong hanya akan membuat strict parents menjadi tambah mengekang karena ketidakpercayaan orang tua kepada anak. Pastinya, dengan tidak berbohong akan membuat orang tua percaya kepada semua tindakan anak.

Pelajari Kode Strict Parents

Mengamati kode strict parents hal tersebut memudahkan anak untuk bereaksi dan bertindak dari pola asuh orang tua. Hal ini dapat lebih mudah untuk menghadapi orang tua yang mengekang dan menghindari reaksi buruk saat terjadi masalah.

Related Posts

Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Recent Stories