Test Love Language Bantu Kenali Rasa Kasih Sayang pada Anak

Sebagai orang tua tentu harus menyayangi anak dengan tulus. Tak jarang banyak orang tua bahkan rela melakukan segala hal demi kelangsungan masa depan sang anak. Orang tua selalu mencoba mendidik anak dengan nilai-nilai kehidupan yang benar dan memenuhi kebutuhan anak. Namun, orang tua juga bisa terlupa akan pentingnya mengerti bahasa cinta anak yang bisa diketahui melalui test love language.

Memahami love language apa saja penting bagi orang tua yang sudah memiliki anak. Yuk, cari tahu lebih lanjut mengenai love language di sini!

Apa itu Love Language?

Bahasa kasih atau yang dikenal sebagai love language tidak hanya pada orang dewasa saja, tetapi juga pada setiap anak. Tujuan dari menerapkan love language agar orang tua semakin dekat dengan anak, bahkan kepada suami-istri sekalian.

Konsep test love language pertama kali diperkenalkan oleh Gary Chapman dalam bukunya yang berjudul “The 5 Languages” pada tahun 1992. Gary Chapman mengelaborasikan bahasa cinta melalui catatan yang ia buat dari pasangan-pasangan yang konsultasi dengannya. Ia mendapatkan analisis bahwa banyak pasangan yang tidak memahami bagaimana cara memahami pasangannya dengan benar.

Meski awalnya love language digunakan Gary Chapman untuk melihat kecenderungan pasangan dalam bahasa cintanya, tapi love language juga bisa digunakan untuk melihat kecenderungan cara anak merasa dicintai oleh orang tuanya.

Namun, sebenarnya apa itu love language? Love language artinya adalah cara-cara orang tua dalam mengekspresikan dan mengapresiasi kasih kepada anaknya. Setiap anak pun juga menghargai rasa kasih tersebut dengan cara yang berbeda.

Macam-macam Love Language

Setelah mengetahui pengertian dari love language penting juga untuk mengetahui macam macam love language tersebut. Berikut macam-macam love language yang perlu orang tua ketahui.

Words of Affirmation (Kalimat Afirmasi)

Banyak yang mengira menggunakan kata-kata sederhana tidak memengaruhi seseorang. Pernyataan tersebut tentu salah besar. Alasannya, karena ada beberapa anak yang mendapatkan afirmasi dari orang tuanya. Anak dengan karakter seperti ini sangat senang mendengarkan kata-kata yang manis untuk meningkatkan mood mereka. Sehingga, mereka akan merasa enjoy jika mendapatkan pujian atau ungkapan rasa kasih sayang langsung.

Orang tua dengan anak yang memiliki karakter seperti ini harus sering-sering mendengarkan anak. Bahkan, juga harus memberikan ungkapan rasa perasaan sayang dan cinta kepada mereka secara langsung.

Physical Touch (Sentuhan Fisik)

Gary Chapman juga mengemukakan bahwa ada orang yang suka dengan sentuhan fisik atau physical touch sebagai sebuah ungkapan sayang untuk pasangannya. Sentuhan fisik tidak hanya sekedar melakukan hubungan seksual maupun hanya sekedar sentuhan tangan saja.

Berbeda halnya penerapan love language pada anak yang memiliki karakter tersebut. Menerapkan physical touch pada anak bisa, seperti berpelukan atau mencium kening mereka.

Act of Service (Tindakan Membantu Anak)

Memberikan kata-kata tanpa tindakan sama saja omong kosong belaka. Hal tersebut benar adanya bagi anak-anak yang memiliki love language act of service. Mereka akan merasa dicintai bila ada suatu perbuatan spesial yang mereka lihat dari orang tua. 

Misalnya, orang tua membantu anak mengerjakan PR atau membersihkan kamar bersama. Orang tua dapat melakukan hal-hal yang menunjukkan bahwa mereka hadir untuk membantu mereka.

Receiving Gifts (Diberikan Hadiah)

Memberikan hadiah kepada sesama orang dewasa mungkin hanya terjadi saat ulang tahun. Namun, berbeda halnya dengan anak-anak yang akan lebih menghargai rasa kasih saya orang tua melalui hadiah yang mereka terima.

Tidak perlu mahal dan memberikannya hanya pada momen tertentu, orang tua dapat memberikan anak hadiah yang simple, seperti membelikan makanan kesukaanya. Bahkan, juga bisa memberikan mereka benda yang bisa mengingat kehadiran orang tuanya.

Quality Time (Waktu Berkualitas)

Menghabiskan waktu bersama atau love language quality time adalah hal yang penting dalam menjalin hubungan yang erat antara orang tua dan anak. Mereka akan sangat mengharapkan orang tuanya dalam menyisihkan waktu dan melakukan suatu kegiatan atau hobi bersama.

Hal-hal yang bisa dilakukan bersama sesederhana mengajak anak-anak jalan-jalan ke mal atau menonton film kesukaannya di bioskop saat akhir pekan. Apapun kegiatannya tidak masalah, yang penting orang tua bersama anak melakukan kegiatan bersama-sama sebagai satu keluarga yang utuh.

Manfaat Saling Memahami Love Language pada Anak

Menerapkan love language tidak hanya untuk pasangan suami-istri, tetapi juga bisa untuk anak. Terdapat beberapa manfaat jika memahami love language pada anak. Berikut manfaat memahami love language pada anak.

Jarang Terjadi Keributan

Munculnya keributan dengan anak seringkali terjadi akibat perselisihan. Melalui memahami love language pada anak dapat tahu bagaimana cara yang tepat untuk menghindari hal tersebut.

Orang tua dan anak dapat menyatakan kasih sayang sesuai dengan love language satu sama lain. Misalnya, jika anak suka dengan kata-kata atau perlakuan, orang tua bisa mencoba ngobrol dan menghabiskan waktu bersama.

Lebih Mengetahui Apa yang Dibutuhkan

Setiap anak memiliki love language yang berbeda. Misalnya, jika anak memiliki love language word of affirmation, maka saat ia sedang sedih orang tua bisa menyemangati lewat kata-kata. Namun jika orang tua belum mengerti love language anak, maka bisa menawarkan diri untuk menemaninya sambil membawakan beberapa cemilan. Ajak bicara ketika ia siap, atau sekedar menemani agar tidak sendiri. 

Nyaman dalam Bercerita

Mengetahui love language anak dapat membantu menyelesaikan masalah. Misalnya, anak memiliki love language quality time, maka orang tua bisa mengajaknya menonton film kesukaannya sambil bercerita tentang apa yang ingin disampaikan.

Sigap Mengambil Tindakan

Orang tua yang bijak akan tahu bagaimana menangani anak yang sedang merasa sedih. Jika orang tua mengetahui love language anak mereka, secara sigap akan mengambil tindakan untuk bantu atasi kesedihan anak tersebut.

Menyayangi Satu Sama Lain

Memahami love language akan membuat hubungan antara orang tua dan anak makin erat. Alasannya, karena semakin paham mengenai satu sama lain, maka tidak akan bingung bagaimana untuk mengekspresikan rasa sayang kita kepada mereka.

Pentingnya Mengetahui & Penerapan Love Language pada Keluarga

Sebuah keluarga yang harmonis perlu mengetahui dan menerapkan love language. Apalagi hubungan orang tua dan anak dapat terjalin secara harmonis dengan mengetahui love language anak sendiri.

Mengenal love language atau bahasa cinta akan membuat keluarga bahagia. Bahagia tersebut bisa untuk diri sendiri, pasangan, dan juga anak-anak. Sepasang suami-istri tidak bisa hanya bahagia dengan memberikan nafkah saja.

Mendapatkan predikat happy family bisa terwujud jika bisa saling memahami satu dengan yang lain. Hal tersebut membuat pasangan atau anak-anak merasa disayangi.

Semua hal tersebut bisa terwujud dengan mengenal bahasa cinta. Jika ingin mengetahui tipe apa yang tepat untuk diri sendiri, pasangan, atau anak bisa melakukan tes sederhana. Mengetahui love language tersebut bisa dilakukan di beberapa love language test secara online, seperti Discover Your Love.

Related Posts

Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Recent Stories