Bulan Ramadhan tinggal dalam hitungan minggu. Mengajarkan anak puasa Ramadhan sejak dini sangatlah penting bagi umat Islam di dunia. Pasalnya, banyak anak yang merasa bahwa puasa membuat mereka lapar dan haus. Padahal, puasa itu banyak manfaatnya. Agar anak tahu bagaimana pentingnya berpuasa, Ibu atau Ayah perlu mengajarkan mereka bagaimana berpuasa dan apa manfaat bagi mereka.

Karena bulan puasa hanya satu tahun sekali, sangatlah perlu bagi kita dan keluarga mengikuti berpuasa. Nah, pada artikel kali ini Media Ibu akan menjelaskan bagaimana mengajarkan manfaat puasa Ramadhan sejak dini. Yuk simak artikel ini hingga akhir.
Bagaimana Mengajarkan Anak Puasa Ramadhan Sejak Dini
Puasa adalah kegiatan di mana kita menahan hawa nafsu, salah duanya adalah nafsu makan dan minum, dari berkumandangnya adzan subuh hingga adzan maghrib. Sebenarnya, puasa juga memiliki manfaat bagi anak lho, Ibu. Nah, ada beberapa cara mengajarkan anak untuk belajar puasa Ramadhan sejak dini, apa sajakah itu?
1. Mengenalkan Apa Itu Puasa Ramadhan
Bagi umat Islam, puasa adalah bagian rukun Islam, lebih tepatnya rukun Islam ketiga. Untuk mendidik anak agar taat pada tuntunan agama, selain mengajarkan mereka untuk sholat, kita butuh mengajarkan mereka berpuasa. Kenalkan mereka puasa Ramadhan dengan mengajak mereka makan sahur dan shalat tarawih ke masjid terdekat. Meski untuk mereka puasa belum wajib, mengajarkan berpuasa sangat perlu. Apabila Si Kecil masih berumur 6 tahun ke bawah, ajak mereka puasa setengah hari saja.
2. Memberikan Contoh
Tidak ada cara mendidik lain yang lebih baik selain memberikan contoh. Apabila Ibu ingin Si Kecil taat pada agama dan menjalani ajaran-ajaran agama, Ibu atau Ayah, sebagai orang yang menjadi panutan mereka harus memberikan contoh.
3. Menghindari Makan Terlalu Banyak
Hanya karena kita sudah berpuasa seharian atau setengah hari bukan berarti kita kalap makan dan minum. Selain itu, kita juga harus menjaga nutrisi dan makanan apa yang kita asup. Usahakan kita hindari memberikan anak porsi makanan yang banyak.
4. Memberikan Penghargaan Padanya
Sistem reward and punishment sangatlah diperlukan ketika mendidik anak. Anak akan merasa dihargai apabila usaha dan upayanya diapresiasi. Apabila anak sudah melakukan puasa sebulan penuh, walaupun hanya setengah hari Ibu dan Ayah perlu memberikan hadiah atau pujian supaya mereka termotivasi untuk menjalankan puasa lagi atau meningkatkan lagi kualitas puasanya.
5. Mengenalkan Manfaat Puasa Pada Anak
Selain mengenalkan apa itu puasa, Ibu dan Ayah perlu mengenalkan manfaatnya secara fisik. Meski anak belum tentu mengerti secara keseluruhan, memberitahukan manfaat puasa tetaplah perlu ya, Ibu.
Manfaat Puasa Ramadhan Untuk Anak
Pada point terakhir di subbab sebelumnya, kita perlu mengenalkan manfaat puasa pada anak. Nah, ada 5 manfaat puasa pada anak yang bisa Ibu dan Ayah ketahui. Berikut manfaat-manfaat puasa Ramadhan tersebut:
1. Melatih Kedisiplinan Pada Anak
Kedisplinan sangat perlu ditumbuhkan oleh anak sejak dini, karena kedisiplinan adalah pondasi hidup teratur dan juga sukses. Secara langsung dan tidak langsung, mengenalkan dan mengajarkan puasa pada anak ternyata bisa melatih kedisiplinan mereka lho, Ibu. Anak diajarkan bagaimana harus bangun sahur di pagi hari meski mereka sudah mengantuk dan harus menahan lapar sampai waktunya tiba.
2. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Anak dan Membuat Tubuh Sehat
Alih-alih membuat tubuh menjadi sakit, ternyata puasa bisa membuat tubuh menjadi sehat dan meningkatkan imunitas lho, Ibu. Bahkan dalam bukunya yang berjudul Fasting for Life: Medical Proof Fasting Reduces Risk of Heart Disease, Cancer, and Diabetes, Francis E. Umesiri, PhD, menunjukkan bahwa mengurangi masuknya kalori pada tubuh melalui berpuasa mampu mencegah risiko penyakit kronis seperti kanker maupun diabetes.
3. Melatih Pengendalian Diri
Selain disiplin, anak perlu diajarkan untuk mengendalikan diri dan bersabar Daniel Kahnemann dalam bukunya yang berjudul Thinking Fast and Slow menyatakan bahwa berpikir lama atau slow thinking adalah cara bagaimana seseorang tidak mengambil keputusan secara terburu-buru sehingga mereka bisa mempertimbangkan cara apa yang lebih baik. Mengajarkan puasa pada anak adalah cara paling tepat agar mereka bisa bersabar dan mengendalikan diri.
4. Mencegah Kelebihan Berat Badan atau Obesitas
American Medical Association sepakat menyatakan bahwa obesitas adalah penyakit. Penderita obesitas bisa terkena risiko penyakit-penyakit seperti jantung atau diabets. Seperti yang di jelaskan pada poin-poin sebelumnya, puasa memiliki manfaat untuk kesehatan kesehatan sehingga bisa mengurangi dampak terkena obesitas. Melalui pengendalian diri pada puasa, Anak akan terlatih agar tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan.