Obat Sirup Jadi Penyebab Gagal Ginjal? Cek Faktanya!

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

Belakangan tengah ramai kasus gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak dengan rentan usia 6 bulan hingga 18 tahun. Tercatat sebanyak 189 kasus telah terjadi dan paling banyak dengan rentan usia 1 tahun hingga 5 tahun. Seiring peningkatan tersebut, Kementerian Kesehatan menarik peredaran obat sirup yang menjadi penyebab terjadinya penyakit ginjal pada anak.

Hasil dari tindakan tersebut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama BPOM juga mengedarkan surat untuk tidak menggunakan obat sirup sebagai obat untuk anak. 

Mau tahu mengapa obat sirup menjadi penyebab gagal ginjal pada anak? Yuk, cari tahu lebih lanjut di bawah ini!

Apa itu Gagal Ginjal Akut pada Anak?

Penyakit sakit ginjal pada anak terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Tapi, apakah Moms sudah mengetahui apa itu gagal ginjal akut pada anak? Gagal ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI) merupakan sebuah suatu kondisi ginjal tiba-tiba berhenti bekerja. Kondisi ini terjadi karena adanya gangguan aliran darah ke ginjal, penyakit ginjal, atau penyumbatan saluran kemih. 

Lebih lanjut, sesegera mungkin  gagal ginjal akut pada anak harus mendapatkan penanganan untuk menghindari kerusakan ginjal permanen.

Faktanya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) melaporkan jumlah kasus yang ada hingga 18 Oktober 2022 sebanyak 206 dari 20 provinsi dengan kematian sebanyak 99 anak, yang angka kematian pasien yang mendapat penanganan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mencapai 65%. 

Baca juga: Ibu Wajib Tahu! 3 Gejala Kekurangan Gizi pada Anak

Penyebab Gagal Ginjal pada Anak

Secara umum, penyakit ginjal pada anak terbagi menjadi dua jenis, yaitu gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronik. Namun, saat ini banyak sekali kasus gagal ginjal akut yang misterius. Penyakit infeksi ginjal pada anak atau gagal ginjal akut dapat dikatakan jika kerusakan atau penurunan fungsi ginjal terjadi secara mendadak dan tidak lebih dari 3 bulan. Penyakit ginjal akut pada anak yang mendapatkan penanganan secara cepat dapat sembuh.

Namun, jika penanganannya terlambat atau berlangsung hingga lebih dari 3 bulan, ginjal anak dapat rusak lebih parah dan menyebabkan kerusakan permanen pada ginjal. Gagal ginjal terjadi karena beberapa faktor yang bisa Moms ketahui. Berikut penyebab gagal ginjal akut pada anak.

Kelainan Bawaan 

Secara umum, penyebab gagal ginjal pada anak terbanyak adalah kelainan bawaan. Berdasarkan penelitian dari National Institute of Health, kelainan ginjal bawaan, seperti agenesis ginjal, displasia ginjal, dan ginjal ektopik bisa memengaruhi ukuran, struktur, atau posisi ginjal. Kelainan ini bisa meningkatkan risiko gagal ginjal pada anak.

Penyumbatan Saluran Kemih

Penyebab gagal ginjal akut pada anak lainnya yakni terjadinya penyumbatan saluran kemih atau kencing. Penyumbatan ini membuat urine yang seharusnya keluar dari tubuh berbalik ke ginjal dan merusak ginjal. Terlebih saluran kemih memiliki fungsi utama menyaring kotoran dan darah untuk urine buang.

Terdapat cara sederhana untuk mengetahui kondisi ginjal, selain pemeriksaan darah yaitu pada perubahan warna urine. Jika warna urine keruh berarti kekurangan cairan, namun ketika ginjal mengalami masalah atau tidak berfungsi dengan baik akan terjadi peningkatan konsentrasi dan akumulasi zat dalam urine yang menyebabkan warna urine menjadi lebih gelap, seperti cokelat, merah, atau ungu.

Cedera atau Trauma pada Ginjal

Berdasarkan penelitian Children’s Hospital of Philadelphia, kekurangan cairan, pendarahan, luka bakar, cedera, keracunan, konsumsi obat dosis tinggi bisa menurunkan tekanan darah dan membuat aliran darah ke ginjal menurun secara signifikan. Kondisi ini bisa menjadi penyebab gagal ginjal pada anak yang sifatnya akut.

Efek Samping Obat-Obatan

Tidak jarang anak-anak harus mendapatkan perawatan yang panjang untuk kesembuhannya. Selama proses penyembuhan mereka harus mengonsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka panjang dan dosis yang tinggi juga.

Faktanya, saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengumumkan obat sirup atau cair ada yang terkontaminasi zat berbahaya yang menjadi penyebab gagal ginjal akut pada anak. Jenis obat yang menjadi penyebab gagal ginjal pada anak berupa obat penurun demam, seperti obat batuk anak dan obat flu. Obat tersebut mengandung zat tercemar, yaitu Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG).

Gejala Gagal Ginjal Akut pada Anak

Gagal ginjal akut pada anak yang banyak menelan korban dapat Moms ketahui dari tanda atau gejala yang anak alami. Berikut beberapa tanda atau gejala gagal ginjal akut pada anak, yaitu:

  • Menurunnya frekuensi dan volume urine saat buang air kecil.
  • Penumpukan cairan pada tubuh sehingga menyebabkan pembengkakan di tungkai, pergelangan, atau punggung kaki.
  • Demam.
  • Nyeri perut.
  • Sesak nafas.
  • Lelah, lesu, dan terlihat pucat.
  • Gangguan irama jantung.
  • Nyeri dada.
  • Kejang hingga koma pada kondisi serius.

Sementara pada kondisi gagal ginjal akut pada anak yang penyebabnya masih misterius terdapat gejala lain, seperti:

  • Jarang bahkan tidak sama sekali buang air kecil.
  • Diare.
  • Batuk.
  • Pilek.
  • Muntah. 

Cara Efektif Menangani Gagal pada Anak

Anak-anak yang mengalami gagal ginjal akut perlu mendapatkan penanganan yang cepat agar tidak semakin parah hingga menjadi gagal ginjal kronis. Sebaiknya anak yang mengalami gagal ginjal akut menjalani rawat inap di rumah sakit. Lama perawatan juga tergantung pada keparahan kondisi dan seberapa cepat ginjal dapat pulih.

Pengobatan gagal ginjal akut juga bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Berikut cara mengobati penyakit ginjal pada anak.

Pemberian Cairan Infus

Kekurangan cairan di dalam darah bisa menjadi penyebab anak mengalami gagal ginjal akut. Jika penyebabnya adalah kekurangan cairan, kemungkinan dokter akan merekomendasikan untuk memberikan cairan melalui infus. Tujuannya agar anak tidak mengalami kekurangan cairan yang berlebihan.

Mengonsumsi Obat-Obatan

Mengonsumsi obat-obatan mampu mengobati gagal ginjal akut pada anak. Biasanya dokter akan memberikan rekomendasi beberapa obat yang bantu atasi gagal ginjal akut pada anak. Berikut obat-obatan untuk gagal ginjal akut pada anak, yaitu:

  • Diuretik untuk mengatasi kelebihan cairan.
  • Fenoldopam untuk meningkatkan aliran darah di ginjal agar menambah produksi urine.
  • Obat untuk mengontrol kalium dan fosfor untuk mencegah akumulasi mineral di dalam darah.

Hal penting yang harus orang tua perhatikan adalah mengonsumsi obat-obatan tersebut sesuai arahan dokter.

Dialisis 

Jika kerusakan ginjal pada anak cukup parah, anak yang menderita gagal ginjal akut perlu melakukan hemodialisis atau cuci darah. Prosedur ini berguna untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak sampai ginjal pulih kembali.

Selama masa pemulihan, dokter juga akan merekomendasikan diet atau pola makan khusus untuk mengurangi beban ginjal. Pola makan tersebut membatasi konsumsi makanan yang tinggi akan fosfor, kalium, dan garam.

Baca juga: Memahami Apa Itu Thalasemia: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Daftar Obat Sirup yang Aman dan Tidak

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah merampungkan uji sampel terhadap 33 dari 102 produk obat sirup yang menjadi anak-anak penderita gagal ginjal akut misterius alami. Pengujian tersebut guna meneliti ada atau tidaknya kandungan Etilen Glikol (EG) dan Deitilen Glikol (DEG) pada produk tersebut. Berikut hasil uji BPOM.

Aman Digunakan Sesuai Aturan

Berikut obat yang aman anak gunakan namun harus sesuai aturan berdasarkan hasil uji BPOM, yaitu:

  1. Ambroxol HCL (Kimia Farma)
  2. Anakonidin OBH (Konimex)
  3. Cetrizin (Sampharindo Perdana)
  4. Paracetamol (Mersifarma TM)
  5. Paracetamol (Kimia Farma)
  6. Paracetamol Syrup (Afi Farma)
  7. Paracetamol Drops (Afi Farma)

Aman Tanpa Propilen Glikol, Polietilen Glikol, Sorbitol, dan Gliserol

Berikut obat yang aman anak gunakan tanpa Propilen Glikol, Polietilen Glikol, Sorbitol, dan Gliserol  berdasarkan hasil uji BPOM, yaitu:

  1. Alerfed Syrup (Guardian Pharmatama) Amoxan (Sanbe farma) 
  2. Amoxicilin (Mersifarma TM) 
  3. Azithromycin Syrup (Natura/Quantum Labs) 
  4. Cazetin (Ifras Pharmaceutical Laboratories)  
  5. Cefacef Syrup (Caprifarmindo Labs) 
  6. Cefspan syrup (Kalbe Farma) 
  7. Cetirizin (Novapharin)
  8.  Devosix drop 15 ml (Ifras Pharmaceutical Laboratories) 
  9. Domperidon Sirup (Afi Farma) 
  10. Etamox syrup (Errita Pharma) 
  11. Interzinc (Interbat) 
  12. Nytex (Pharos) 
  13. Omemox (Mutiara Mukti Farma) 
  14. Rhinos Neo drop (Dexa Medica) 
  15. Vestein (Erdostein) (Kalbe) 
  16. Yusimox (Ifras Pharmaceutical Laboratories) 
  17. Zinc Syrup (Afi Farma) 
  18. Zincpro syrup (Hexpharm Jaya) 
  19. Zibramax (Guardian Pharmatama
  20. Renalyte (Pratapa Nirmala) 
  21. Amoksisilin (-) 
  22. Eritromisin (-)

Tidak Aman dan Mengandung EG dan DEG

Berikut obat yang tidak aman karena mengandung Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) berdasarkan hasil uji BPOM, yaitu:

  1. Unibebi Cough Syrup (Universal Pharmaceutical Industries) 
  2. Unibebi Demam Drop (Universal Pharmaceutical Industries) 
  3. Unibebi Demam Syrup (Universal Pharmaceutical Industries)

Related Posts

Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Recent Stories