Jangan Lewatkan Segudang Manfaat Mandi Air Hangat bagi Bayi!

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

Memiliki anak yang masih menginjak usia bayi tentu sangat kerepotan. Seluruh aspek sangat orang tua perhatikan demi memiliki bayi yang sehat dan sesuai dengan perkembangannya. Salah satu yang orang tua perhatikan adalah memandikan bayi. Tentunya memandikan bayi jelas berbeda dengan anak yang lebih dewasa. Sehingga, banyak orang tua yang memikirkan manfaat mandi air hangat dengan air dingin.

Alasannya, karena kulit bayi masih sangat sensitif. Struktur kulit bayi sama dengan orang dewasa, namun maturitas fungsinya tidak sama. Apalagi kulit bayi masih sangat halus, lembut, dan belum diproteksi secara maksimal oleh sistem imunitas tubuh.

Oleh karena itu, yuk, cari tahu lebih lanjut mengenai manfaat mandi air hangat untuk ibu hamil dan bayi di bawah ini!

Mandi Air Hangat vs Air Dingin

Memperhatikan kebutuhan bayi tidak hanya memberikan menu MPASI 6 bulan saja, tetapi sampai dengan cara memandikannya. Alasannya, karena bayi masih memiliki kulit yang sangat halus, lembut, dan belum bisa diproteksi secara maksimal dan memengaruhi sistem imunitas tubuh. Oleh karena itu, saat memandikan bayi harus hati-hati, mulai dari memilih produk-produk untuk memandikan bayi hingga saat menyiapkan air untuk mandinya. Pastikan juga suhu airnya.

Tidak jarang banyak orang tua baru membicarakan, mana yang lebih baik, mandi dengan air dingin atau air panas?

Melansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan suhu air untuk memandikan bayi adalah suhu yang hangat sekitar 37°C. Selain suhu air, suhu ruangan pun harus orang tua perhatikan. Suhu ruangan yang baik untuk memandikan bayi adalah 25°C. Kemudian orang tua juga harus memperhatikan jam mandi yang baik untuk bayi tidak lebih dari 5 menit.

Lebih lanjut, jika ingin memandikan bayi dengan air dingin sebaiknya tidak orang tua lakukan sebelum usia 6 bulan. Alasannya, karena bayi yang masih berusia kurang dari 6 bulan belum memiliki sistem pengaturan suhu yang sempurna. Belum lagi air dingin akan membuat bayi akan menggigil.

Memandikan bayi dengan air dingin juga sebaiknya tidak orang tua lakukan pada bayi kelahiran prematur. Hal tersebut beralasan, karena lemak cokelat dalam tubuh bayi prematur sangat sedikit atau bahkan tidak ada, sehingga bayi prematur lebih mudah mengalami hipotermia atau suhu tubuh di bawah 36,5°C.

Kemudian, untuk mengetahui suhu air untuk mandi air bayi sudah tepat, sebelum memandikannya dengan mencelupkan siku. Jika suhu air terasa sudah cukup hangat, maka air tersebut bisa untuk bayi gunakan untuk mandi. 

Baca juga: 10 Obat Batuk untuk Bayi yang Aman, Pasti Efektif Obati!

Manfaat Mandi Air Hangat untuk Bayi

Sebelumnya sudah dijelaskan mengenai bayi lebih bagus mandi air dingin atau air hangat. Namun, hal tersebut orang tua sesuaikan dengan umur bayi. Jika tidak imunitas bayi bisa terserang, sehingga ia akan mudah sakit.

Selain itu, bayi baru lahir yang tinggal di wilayah tropis boleh orang tua mandikan tiap hari, namun hanya sekali sehari. Ketika sudah lebih besar, banyak bergerak, dan berkeringat boleh  Ibu mandikan sebanyak dua kali sehari. Namun, apa manfaat mandi air hangat yang akan bayi peroleh? Berikut khasiat mandi air hangat untuk bayi.

Meredakan Stres

Faktanya, tidak hanya orang dewasa yang dapat mengalami stres, namun bayi juga bisa merasakan stres. Hal tersebut terjadi karena bayi harus beradaptasi dengan berbagai hal yang baru, sehingga dapat membuat bayi mudah stress. Mandi dengan air hangat dapat meredakan stres yang mereka rasakan. Kucuran air hangat pada tubuhnya dinilai dapat membantu tubuhnya merasa lebih rileks.

Melancarkan Sirkulasi Darah

Manfaat mandi air panas tidak hanya bisa orang dewasa rasakan, namun bayi juga dapat merasakan hal tersebut. Mandi air hangat dapat memperlancar sirkulasi darah dalam tubuh bayi. Ia juga cenderung lebih rileks jika terkena air hangat yang dapat melemaskan otot dan persedian. Terlebih sebelumnya otot dan persedian bayi tegang. Oleh karena itu, setelah mandi bayi biasanya akan merasakan kantuk dan tidur lebih nyenyak.

Sirkulasi darah yang lancar berkat air hangat juga dapat membantu merangsang  perkembangan motorik dan sensorik bayi. Mandi air hangat juga dipercaya membuat bayi tidur lebih nyenyak di malam hari.

Membersihkan Bakteri atau Virus pada Tubuh

Air hangat yang memiliki suhu yang tepat dapat membersihkan kotoran yang menempel pada kulit bayi, seperti keringat. Selain itu, air hangat lebih mudah meruntuhkan kotoran-kotoran di kulit, seperti daki. Oleh karena itu, penggunaan air hangat untuk bayi mandi dapat membuat kulitnya lebih bersih dan membuatnya lebih nyaman.

Ketika menyiapkan air hangat untuk mandi bayi, orang tua perlu ekstra hati-hati dan harus terus mengawasi pergerakan bayi. Perhatikan juga untuk meletakan perlengkapan mandi, seperti handuk, shampo, sabun, dan waslap agar tidak meninggalkan bayi sendiri. Hal tersebut dilakukan untuk keselamatan bayi saat mereka dimandikan.

Baca juga: Jangan Panik! 5 Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi

Cara Aman Memandikan Bayi dengan Air Hangat

Bagi orang tua yang baru memiliki anak memandikan bayi harus ekstra hati-hati. Memandikan bayi jelas berbeda dengan memandikan anak yang sudah menginjak usia batita atau balita. Keamanan menjadi hal yang sangat utama untuk orang tua perhatikan. Berikut cara memandikan bayi dengan air hangat yang aman.

Menyiapkan Peralatan Mandi

Sebelum orang tua memandikan bayi pastikan menyiapkan semua peralatan mandinya, seperti sabun, shampi, handuk kecil terlebih dahulu. Jika masih ada beberapa peralatan yang orang tua lupakan pastikan selalu membawa bayi ketika ingin mengambilnya. Alasannya, karena jika tanpa orang tua dikhawatirkan bayi bergerak sendiri dan mengakibatkan dirinya dalam keadaan yang berbahaya.

Mengukur Suhu Air Hangat

Selain menyiapkan peralatan mandi pastikan Ibu untuk mengukur suhu air hangat. Jangan sampai memandikan bayi dengan suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin. Air yang hangat untuk bayi disarankan pada suhu sekitar 37°C bisa memberikan rasa nyaman bagi bayi. Setelah mandi pun pastikan tidak membuat mereka kedinginan.

Selain itu, Ibu juga harus memastikan tidak memandikan bayi jika ia baru saja selesai makan. Alasannya, karena bayi baru lahir biasanya akan sering muntah setelah selesai makan. Jika Ibu memandikannya setelah makan, bukan tidak mungkin ia akan muntah di dalam ember mandi nya.

Menggunakan Peralatan Khusus

Memandikan bayi jelas berbeda dengan anak yang sudah berusia lebih dari 2 tahun. Mereka masih membutuhkan peralatan khusus, seperti ember mandi, sabun khusus, shampo khusus. Alasannya, karena bayi memiliki kulit yang sensitif.

Menjemur Setelah Mandi

Setelah mandi, biasakan untuk Ibu ajak bayi untuk keluar berjemur. Biasakan menyinari bayi dengan sinar matahari pagi selama 5 menit agar ia kering. Selain itu, menjemur bayi dengan sinar matahari pagi ternyata dapat mengurangi kuning di kulit pada bayi.

Related Posts

Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Recent Stories